Langkah Pertama
1. Pastikan antivirus terupdate
2. Masukkan flash disk ke PC atau Laptop
3. Jangan membuka kotak dialog yang muncul ketika flash disk dimasukkan ke PC atau laptop.
Langkah kedua
1. Buka windows Explorer atau My Computer
2. Klik kanan mouse di posisi drive flash disk, biasanya F:
3. Kemudian pilih scan virus sesuai anti virus yang digunakan (“ingat”, biasakan antivirus terupdate)
Mengembalikan data
Setelah virus benar-benar hilang dari flash disk, sekarang saatnya mengembalikan data yang disembunyikan (Hidden). Berikut langkah-langkahnya:
1. Buka Command Prompt, bisa dengan cara klik Start – Run- ketik cmd atau command (untuk Windows 98/ME).
2. Setelah terbuka jendela command prompt, kemudian ketik attrib -h -r -s -a /s /d f: (dengan catatan berada di drive C, sebagai contoh; C:\Documents and Settings\Papa> attrib -h -r -s -a /s /d f: )
3. Lalu setelah perintah tersebut diketikkan, kemudian enter.
4. Apabila langkah no.2 tidak berhasil, anda pindahkan posisinya dari drive C ke drive flash disk (biasanya F), untuk memindahkan posisi drive, ikuti langkah berikut, apabila posisi flash disk di komputer atau laptop ada di drive F, maka (sebagai contoh); C:\Documents and Settings\Papa> F: kemudian enter maka akan pindah ke drive F:\>
5. Setelah berada di posisi drive flash disk kemudian ketik perintah yang sama dengan langkah no.2, namun untuk f: yang berada di belakang dihilangkan, sebagai contoh : F:\> attrib -h -r -s -a /s /d , kemudian enter.
6. Sesudah proses tersebut, sekarang coba cek folder atau file yang ada di flash disk
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Komputer. Tampilkan semua postingan
Senin, 06 April 2009
Selasa, 31 Maret 2009
Jaringan komputer adalah suatu sistem yang menghubungkan komputer menggunakan suatu media transmisi. Secara lebih sederhana jaringan komputer dapat diartikan sebagai sekumpulan komputer beserta mekanisme dan prosedurnya saling terhubung dan berkomunikasi.
Secara umum jaringan komputer dibagi atas lima jenis :
1. Lokal Area Network (LAN)
Lokal Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk mengubungkan komputer–komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai sumberdaya secara bersama-sama (Resources Sharing) misal sharing printer, sharing data dan lain-lain.
2. Metropolitan Area Network (MAN)
Metropoloitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan televisi kabel.
3. Wide Area Network (WAN)
Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup dua negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (apikasi) pemakai.
4. Internet
Perkembangan selanjutnya bilamana implementasi jaringan lokal yang dibangun berhasil, penggabungan dua atau lebih sistem jaringan lokal disebut dengan istilah inter jaringan. Proses penggabungan ini membutuhkan peralatan pheriperal seperti Repeater, Bridge, Router atau Gateway yang berfungsi untuk memperpanjang atau menjembatani antar segmen jaringan lokal yang akan dihubungkan satu sama lain.
5. Wireless Area Network
Jika suatu hubungan antara sistem jaringan komputer dihubungkan dengan menggunakan media komunikasi gelombang mikro (gelombang radio), maka sistem tersebut lebih cocok jika disebut sebagai Wireless Area Network. Jarak yang ditempuh tergantung dari sarana komunikasi radio yang dipasang. Dengan sistem ini, maka komunikasi dapat dilakukan dimana saja dan sering juga disebut sebagai komunikasi tanpa kabel.
2.1.1. Topologi Jaringan
Dalam analisa dari sisi design jaringan pada kampus Bina Sarana Informatika Salemba 22 ini penulis melihat dari segi topologi jaringan, tipe jaringan, dengan segala peralatan-peralatan jaringan yang terpasang dalam gedung tersebut dan bagaimana arsitektur jaringannya. Disini penulis akan menjelaskan bagaimana cara dan bentuk secara fisik komputer-komputer itu terhubung. Dengan mengamati media dan network interface card yang digunakan penulis akan menjelaskan seperti apa arsitektur jaringannya.
Jaringan komputer pada kampus Bina Sarana Informatika cabang Salemba 22 terbangun didalam gedung berlantai 5, dimana dilantai 1 terdapat Server DHCP, Administrasi, PPMB, Ruang Kordinator Cabang, Ruang Riset, Ruang AMK, Ruang Kajur MI, Ruang Kajur KA, Ruang Rapat dan Ruang Dosen. Dilantai 2 terdapat 13 Ruang laboratrium Komputer, sedangkan lantai 3 terdapat 3 Ruang teori dan 3 Ruang laboratorium dan 4 terdapat 3 Ruang teori dan 3 Ruang laboratorium dan dilantai 5 terdapat 2 Ruang teori serta Ruang Aula.
Oleh karena pada Akademi Bina Sarana Informatika Kampus Salemba 22 memiliki jaringan ADSL (Assymmetric Digital Subscriber Line) yang mana pada jaringan tersebut ialah jaringan yang menghubungkan Laboratorium internet dan hostspot dengan sebuah modem router ADSL.
Semua komputer yang berbeda-beda ini terhubung dalam satu jaringan dengan server ADSL dan DHCP berada di lantai 1. Adanya satu komputer yang bertindak sebagai server dan komputer lainnya sebagai client maka tipe jaringan ini adalah Tipe Jaringan Client-Server dengan Topologi Star. Sedang topologi jaringan adalah gambaran secara fisik dari pola hubungan antara komponen-komponen jaringan, yang meliputi server, workstation, hub dan pengkabelannnya. Terdapat berbagai macam topologi jaringan yang umum digunakan, yaitu:
1. Topologi Bus
Beberapa host dihubungkan dengan jalur data Backbone tunggal yaitu berupa kabel lurus panjang. Pada umumnya jenis topologi kabel Coaksial. Jumlah komputer yang dihubungkan dalam jaringan berpengaruh terhadap performance Jaringan, karena hanya satu komputer yang dapat mengirimkan data dan komputer lain akan menunggu sampai data tersebut terkirim. Hal inilah yang disebut dengan topologi pasif (Passive Topology). Kerusakan pada semua titik di kabel penghubung akan dapat merusak sistem jaringan secara keseluruhan.
Gambar II.1. Topologi Jaringan Bus
2. Topologi Star
Semua host dihubungkan dengan sebuah simpul pusat. Simpul pusat ini biasanya berupa sebuah Hub atau Swicth. Dalam jenis topologi ini, manajemen komputer dalam jaringan menjadi lebih mudah sebab adanya titik pusat yang mengatur semuanya. Namun dengan adanya sentralisasi diperlukan kabel yang lebih banyak dibandingkan jenis topologi yang lain. Jika satu komputer dalam jaringan rusak, maka komputer lain masih dapat menjalankan fungsinya tanpa terganggu dengan yang lain. Namun jika Hub atau Swicth yang rusak, tentu akan sangat berpengaruh pada semua komputer didalam jaringan. Karena kemudahan manajemen dan perawatan, jenis topologi ini sering dipilih dalam membangun sebuah jaringan komputer.
Gambar II.2. Topologi Jaringan Star
3. Topologi Ring
Komputer-komputer dalam satu jaringan dihubungkan dengan sebuah kabel tunggal. Data yang dikirim akan melalui loop masing-masing komputer dalam satu arah. Topologi ring disebut juga dengan topologi aktif (active topology) karena masing-masing komputer akan mengurangi sinyal data yang telah dikirim untuk diteruskan ke komputer selanjutnya. Salah satu metode yang digunakan dalam transmisi data adalah token passsing. Jika ada kerusakan pada kabel penghubung maka akan sangat berpengaruh dan meyebabkan jaringan menjadi Down. Untuk mengatasi hal tersebut digunakan Double-ring cara tersebut telah dilakukan pada beberapa jaringan menggunakan implementasi jaringan FDDI (Fiber Distributed Data Interface). Jika ring utama (primary ring) rusak, maka dapat digunakan ring kedua (secondary ring) sebagai backup jaringan. Dengan adanya backup tersebut, maka proses bisnis di dalam jaringan tetap dapat berjalan.
Gambar II.3. Topologi Jaringan Ring
4. Topologi Extended Star
Mrupakan perkembangan sari jenis topologi star yang berupa link-link individu yang dihubungkan dengan sebuah hub atau swicth yang terkonsentrasi.
Gambar II.4. Topologi Extended Star
5. Topologi Hirarki / Cascanding Star
Hampir sama dengan jenis topologi extended star namun sistem yang dibuat di link ke sebuah simpul pusat yang mengontrol semua traffic dalam jaringan.
Gambar II.5. Topologi Hierarkie/Cascanding Star
6. Topologi Mesh
Digunakan pada kondisi dimana tidak ada hubungan komunikasi terputus secara absolut antar host komputer. Jenis ini biasanya digunakan dalam WAN (Wide Area Network) yang menghubungkan jaringan melalui link komunikasi. Jenis ini menggunakan router untuk menentukan jalur terbaik yang diplih. Masing-masing host memiliki hubungan ke setiap device oleh karena itu, topologi ini sangat mahal dan sulit dalam hal maintenance.
Gambar II.6. Topologi Mesh
2.1.2. Sejarah Kampus
Bina Sarana Informatika merupakan sebuah lembaga yang bergerak dibidang pendidikan yang mempunyai banyak cabang dan juga mahasiswa setingkat akademi diseluruh indonesia. Oleh karena itu untuk menghubungkan antara cabang yang begitu banyak diperlukannya suatu jaringan yang handal dan aman untuk kelancaran proses akademik yang diselenggarakan Bina Sarana Informatika sehingga didalam proses belajar dan mengajar sangat penting untuk menjadikan kampus Bina Sarana Informatika yang berbasis teknologi informasi yang bermutu dengan biaya terjangkau.
2.2. Analisa Jaringan
Bina Sarana Informatika merupakan sebuah lembaga yang bergerak dibidang pendidikan yang mempunyai banyak cabang dan juga mahasiswa setingkat akademi diseluruh indonesia. Oleh karena itu untuk menghubungkan antara cabang yang begitu banyak diperlukannya suatu jaringan yang handal dan aman untuk kelancaran proses akademik yang diselenggarakan Bina Sarana Informatika sehingga didalam proses belajar dan mengajar sangat penting untuk menjadikan kampus Bina Sarana Informatika yang berbasis teknologi informasi yang bermutu dengan biaya terjangkau.
2.2.1. Sejarah Perusahaan
Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, pada dasarnya merupakan tekad rakyat Indonesia untuk memerangi kebodohan dan kemelaratan yang ditinggalkan penjajah. Pembinaan yang tepat dan terarah akan mengantarkan bangsa Indonesia menuju pintu gerbang kemandirian sebagai bangsa yang merdeka. Hal ini kemudian mendorong didirikannya Yayasan Bina Sarana Informatika oleh Alm. Bapak Mayjen (Purn) H.R Harsoyo, Pada tanggal 3 Maret 1998. Setelah cukup matang di persiapkan, didirikanlah Lembaga Pendidikan Komputer Bina Sarana Informatika (LPK BSI) di Depok. Lembaga ini bertujuan mendidik tenaga-tenaga terampil atau profesional di bidang komputer, Untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) dalam pembangunan nasional.
Pada bulan oktober 1998, BSI meresmikan cabang LPK nya yang ke 2 di Jakarta yaitu tepatnya di wilayah Jakarta selatan Jl. RS. Fatmawati No.24, Pondok Labu. Kebutuhan akan sumber informasi yang terkait dengan sumber daya manusia yang baik membuat Bina Sarana Informatika membangun jaringan Internet dengan mengunakan teknologi ADSL yang terhubung dengan Komputer kerja, Laboratorium DLL ini dimulai tahun 2000 yang sebelumnya Bina Sarana Informatika koneksi internet dengan menyewa dari ISP (Internet Service Provider) dan sebagian kampus yang kecil mengunakan Dial Up dari Telkomnet Instan. Sebagai perguruan tinggi terbesar indonesia sudah saatnya Bina Sarana Informatika membuat jaringan komputer yang aman handal akurat dalam pertukaran data atar user dan masing-masing cabang yang tersebar di indonesia.
2.2.2. Struktur Organisasi
Adapun struktur organisasi lembaga BSI secara umum dapat dilihat sebagai berikut :
Gambar II.7. Struktur Organisasi Lembaga BSI
2.2.3. Skema Jaringan
Dalam analisa dari sisi design jaringan pada kampus Bina Sarana Informatika Salemba 22 ini penulis melihat dari segi topologi jaringan, tipe jaringan, dengan segala peralatan-peralatan jaringan yang terpasang dalam gedung tersebut dan bagaimana arsitektur jaringannya. Disini penulis akan menjelaskan bagaimana cara dan bentuk secara fisik komputer-komputer itu terhubung. Dengan mengamati media dan network interface card yang digunakan penulis akan menjelaskan seperti apa arsitektur jaringannya.
Jaringan Komputer pada kampus Bina Sarana Informatika cabang Salemba 22 terbangun didalam gedung berlantai 5, dimana dilantai 1 terdapat Server DHCP, Administrasi, PPMB, Ruang Kordinator Cabang, Ruang Riset, Ruang AMK, Ruang Kajur MI, Ruang Kajur KA, Ruang Rapat dan Ruang Dosen. Dilantai 2 terdapat 13 Ruang laboratrium Komputer, sedangkan lantai 3 terdapat 3 Ruang teori dan 3 Ruang laboratorium dan 4 terdapat 3 Ruang teori dan 3 Ruang laboratorium dan dilantai 5 terdapat 2 Ruang teori serta Ruang Aula.
Oleh karena pada Akademi Bina Sarana Informatika Kampus Salemba 22 memiliki jaringan ADSL (Assymmetric Digital Subscriber Line) yang mana pada jaringan tersebut ialah jaringan yang menghubungkan Laboratorium internet dan hostspot dengan sebuah modem router ADSL.
Semua komputer yang berbeda-beda ini terhubung dalam satu jaringan dengan server ADSL dan DHCP berada di lantai 1. Adanya satu komputer yang bertindak sebagai server dan komputer lainnya sebagai client maka tipe jaringan ini adalah Tipe Jaringan Client-Server dengan Topologi Star. Sedang topologi jaringan adalah gambaran secara fisik dari pola hubungan antara komponen-komponen jaringan, yang meliputi server, workstation, hub dan pengkabelannnya.
Untuk lebih jelas bagaimana bentuk fisik dari jaringan komputer Akademi Bina Sarana Informatika Salemba 22 dalam gedung berikut adalah designnya:
Gambar II.8. Gambar Jaringan Komputer Pada Akademi BSI Salemba 22
Gambar II.9. Blok Jaringan Komputer Pada Akademi BSI Salemba 22
2.2.4. Spesifikasi Perangkat Keras
Jaringan Lokal Area Network (LAN) adalah sejumlah komputer yang dihubungkan satu dengan yang lainnya agar kegiatan pada Akademi Bina Sarana Informatika Kampus Salemba 22 menjadi lebih mudah dan cepat. Dengan LAN antara lain kita bisa melakukan pengiriman data langsung ke user lainnya atau ke banyak orang sekaligus tanpa menggunakan media disket atau CD. Didalam pemakaian jaringan LAN (Local Area Network) disebuah perusahaan dibutuhkan beberapa perangkat keras (hardware). Sebuah sistem jaringan secara fisik terbangun atas kumpulan-kumpulan perangkat keras yang mempunyai fungsi dan peran masing-masing. Berikut ini adalah spesifikasi perangkat keras yang penulis berhasil analisa yaitu Komputer Server DHCP, komputer user atau Client, Peralatan Jaringan berupa Router, Swicth, Access Poin, HUB dan media transmisi.
1. Komputer Server
Server adalah komputer yang dipergunakan sebagai pusat data dari client. Dimana dari server inilah data-data bisa di backup dan dikendalikan, ada begitu banyak jenis server yang bisa dipakai untuk jaringan, tergantung dari pemilihan instansi atau perusahaan tersebut. Sedangkan pada Akademi Bina Sarana Informatika Kampus Salemba 22 memiliki satu server yang digunakan untuk koneksi internet pada laboratorium-laboratorium serta ruang kelas teori.
Berikut ini adalah spesifikasi hardware komputer server :
a. Motherboard ECS P4P800-VM Chipset AGP, 3 PCI , Port PS/2
b. Prosesor Intel Celeron 2,66 GHz LGA
c. Memory :V-Gen DDR-SDRAM 512 Mbytes
d. Hardisk Maxtor 6K040L0 40 GB 7200 rpm
e. NIC : Realtek RTL8139 Family PCI Fast Ethernet (onboard)
f. VGA Onboard 32Mb S3 GraphicsProSavage DDR 8D04
g. SoundCard Onboard Realtek AC’97 Audio
h. CD-Rom ASUS 52X
i. Standar floppy disk controller
j. Mouse Keyboard PS2
k. Monitor 14’’ LG 505G
2. Komputer User
Kecepatan sebuah laju data dalam mengakses sangat dipengaruhi oleh spesifikasi komputer user yang terangkai dalam jaringan. Hal ini dirasakan ketika para user tersebut membuka banyak aplikasi.
Client adalah sebagai tempat untuk memproses source di komputer server, artinya workstation digunakan sebagai tempat station kerja dari network, Pada Akademi Bina Sarana Informatika Kampus Salemba 22 pada setiap Laboratoriumnya memiliki 20 client atau workstation.
Berikut ini adalah spesifikasi komputer user:
a. Motherboard : ESC P4VMM2 VIA P4M266 (VT8751), 3 PCI, AGP, Sound Onboard.
b. Prosesor Intel Celeron 2,4 Ghz
c. Memory : V-GEN DDR-SDRAM 512 Mbytes.
d. Hardisk Maxtor 6K040L0 40 Gbyte 7200 rpm.
e. Standar floppy disk controller.
f. Mouse keyboard PS2.
g. Monitor 14’’ LG 505G
3. Peralatan Jaringan
Untuk dapat saling berhubungan antar komputer maka harus ada peralatan untuk sistem jaringan begitu pula pada sistem jaringan komputer Akademi Bina Sarana Informatika Kampus Salemba 22. Ada 2 peralatan pokok yang harus ada jika ingin membangun sebuah sistem jaringan yaitu kartu penghubung jaringan dan media penghubung jaringan.
Sebagian besar komputer yang berada pada jaringan komputer Akademi Bina Sarana Informatika Kampus Salemba 22 sudah mendukung port jaringan onboard pada motherboard, tetapi ada juga sebagian komputer yang memerlukan Kartu Jaringan atau yang dikenal dengan istilah NIC (Network Interface Card). Dari seluruh NIC yang terpasang sudah mendukung kecepatan koneksi 10/100 Mbps.
Media penghubung jaringan yang dipakai pada sistem jaringan komputer kampus Bina Sarana Informatika Salemba 22 berupa kabel dan tanpa kabel (Wireless).
Kabel yang dipakai adalah kabel Unshielded Twisted Pair (UTP) atau belitan ganda tak berpelindung. Selain menggunakan media kabel dalam sistem jaringan dalam kantor ini terpasang media penghubung tanpa kabel (wireless) yaitu menggunakan gelombang radio pada frekuensi 2,4 Ghz.
Berikut ini adalah spesifikasi media penghubung berupa Router dan Accsess Point agar semua perangkat yang memiliki peralatan Wi-fi atau Wireless dapat akses jaringan. Media penghubung lainnya adalah berupa Swicth yang berfungsi menyebarkan akses dari satu titik ke banyak titik.
a) Router dan Access Point
Menurut kamus Wikipedia (2008:1) menerangkan bahwa ”router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing”. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI.
Pada Akademi Bina Sarana Informatika Kampus Salemba 22, router yang digunakan adalah 3Com® OfficeConnect® ADSL Wireless 11g Firewall Router. Router ini berfungsi juga sebagai : Router, Modem, Access Point dan Firewall.
Gambar II.10. Router BSI Salemba 22
1. Merk : 3Com® OfficeConnect® ADSL Wireless 11g Firewall Router 3CRWDR100A-72.
2. Koneksi : 10/100M Router 1 x 10Mbps WAN Ports 4 x 10/100Mbps LAN Ports, Wireless Access Point
3. Mendukung share internet koneksi 4 port.
4. Bertindak sebagai suatu DHCP Server
5. Wireless : 802.11b dan 802.11g
6. Kecepatan : 2,4 Ghz
b). Switch
Menurut kamus Wikipedia (2008:1) menerangkan bahwa ”Swicth adalah hub pintar yang mempunyai kemampuan untuk menentukan tujuan MAC address dari packet“. Daripada melewatkan packet ke semua port, swicth meneruskannya ke port dimana ia dialamatkan. Jadi, swicth dapat secara drastis mengurangi traffic network. Swicth memelihara daftar MAC address yang dihubungkan ke port-portnya yang ia gunakan untuk menentukan kemana harus mengirimkan paketnya. Karena ia beroperasi pada MAC address bukan pada IP address, swicth secara umum lebih cepat daripada sebuah router
Pada Akademi Bina Sarana Informatika Kampus Salemba 22, Swicth yang digunakan adalah D-Link DES-1024D 24 Port Fast Ethernet 10/100 Mbps.
Gambar II.11. Swicth BSI Salemba 22
1. Merk : D-Link 10/100Mbps Fast Ethernet Swicth
2. Model : DES-1024D
3. CSMA/CD
4. IEE 802.3 10Base-T Ethernet.
5. 24 x 10/100Mbps Auto-MDI Port.
6. 100 to 240 VAC, 50 or 60 Hz internal universal power supply, 7.9 watts. (max.).
c). Hub
Menurut kamus Wikipedia (2008:1) menerangkan bahwa “HUB adalah istilah umum yang digunakan untuk menerangkan sebuah central connection point untuk komputer pada network“. Fungsi dasar yang dilakukan oleh hub adalah menerima sinyal dari satu komputer dan mentransmisikannya ke komputer yang lain. Sebuah hub bisa active atau passive. Active hub bertindak sebagai repeater, ia meregenerasi dan mengirimkan sinyal yang diperkuat. Passive hub hanya bertindak sebagai kotak sambungan, ia membagi/memisahkan sinyal yang masuk untuk ditransmisikan ke seluruh network. Hub adalah central utnuk topologi star dan mengijinkan komputer untuk ditambahkan atau dipindahkan pada network dengan relatif mudah.
Pada Akademi Bina Sarana Informatika Kampus Salemba 22, HUB yang digunakan adalah D-Link DE-1824E
Gambar II.12. hub BSI Salemba 22
1. Merk : D-Link 10/10 Mbps Ethernet HUB
2. Model : DE-1824E
3. Ports 24 x 10Base-T (RJ-45)
4. Remote Management Protocol SNMP
2.2.5. Spesifikasi Perangkat Lunak
Piranti lunak atau perangkat lunak adalah program komputer yang berfungsi sebagai sarana interaksi antara pengguna dan perangkat keras. Perangkat lunak dapat juga dikatakan sebagai penterjemah perintah-perintah yang dijalankan pengguna komputer untuk diteruskan ke atau diproses oleh perangkat keras.
Perangkat lunak adalah program komputer yang isinya dapat diubah dengan mudah. Perangkat lunak umumnya digunakan untuk mengontrol perangkat keras, melakukan perhitungan, berinteraksi dengan perangkat lunak lainnya dan lain-lain.
Di dalam Akademi BSI Kampus Salemba 22, komputer server menggunakan sistem operasi Windows Server 2003 Windows Server 2003 Enterprise Edition, Apache2triad, Radmind, LAN View, Office 2003, SQLYog, Hamachi dan lain sebagainya. Sedangkan perangkat lunak yang digunakan dikomputer Client atau komputer Laboratorium adalah sistem operasi Windows XP Pofessional SP2, Linux CentOS, Office 2003, visual Basic, Photoshop, Pascal, Visual Foxpro, Apache2triad dan lain sebagainya.
1. Server sebagai server DHCP (Dynamic Host Control Protocol)
Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) merupakan salah satu layanan yang secara otomatis memberikan nomer IP kepada komputer yang memintanya (Klien) yang menggunakan protocol TCP/IP. Komputer yang meminta IP Address disebut dengan DHCP Client, sedangkan komputer yang memberikan IP Address disebut dengan DHCP Server.
Dengan fasilitas DHCP ini. Maka administrator tidak perlu lgi memberikan IP Addres secar manual, tetapi cukup dengan memberikan referensi pada DHCP Server.
a). Instalasi DHCP Server
Cara yang digunan untuk instalasi DHCP Server adalah sebagai berikut :
1. Klik Start – Control Panel – add or Remove Program.
2. Pada kotak dialog Add or remove Progaram, kemudian klik pilihan Add/Remove Windows Components.
Gambar II.13. Kotak Dialog Windows Components
3. Klik Pilihan Networking Service – Details dan di layer akan terlihat jendela Networking Services.
4. Klik pilihan Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP).
5. Klik tombol OK.
Gambar II.14. Kotak Dialog Networking Services
6. Pada kotak dialog Windows Component, klik pilihan Next.
7. Tunggu sampai beberapa saat sampai proses instalasi selesai dilakukan.
Gambar II.15. Kotak dialog Proses Konfigurasi Komponen
8. Klik tombol Finish.
b). Konfigurasi DHCP Server
Konfigurasi DHCP ini dimaksudkan untuk menentukan jangkauan (scope) dari IP Address untuk mendistribusikan pada workstation, sehingga workstation (client) tidak perlu membuat Ip Address sendiri secara manual. Berikut ini cara membuat Scope DHCP.
1. Klik Menu Start – Administrative Tool – DHCP.
Gambar II.16. Jendela DHCP
2. Klik ikon bina-8ddt0r2pps.
3. Klik menu Action – New Scope atau klik kanan dan pilih New Scope.
4. Klik tombol Next.
5. Maka akan tampil layar tentang pemberian nama sebuah scope.
Gambar II.17. Kotak Dialog New Scope Name
6. Klik Tombol Next maka muncul jendela pemberian range IP address untuk di aktifkan.
Gambar II.18. Menentukan IP Address Scope
7. Klik next maka akan tampil jendela tentang IP address yang tidak bisa dipakai oleh client ( private ).
Gambar II.19. Menentukan Ip Address Exclussions
8. Klik next, maka akan tampil jendela yang berisi pemberian izin atas IP address yang disewakan untuk client.
Gambar II.20. Menentukan Lease Duration
a). Mencegah Ip Konflik
Penyebab Ip konflik yang paling besar ketika DHCP Server mati, Kemudian dinyalakan kembali dan DHCP server yang baru menganggap semua Ip bebas dan menyewakan ke komputer baru yang meminta alamat IP. Hal ini karena DHCP server yang baru tidak melakukan pengecekan alamat Ip berapa saja yang telah digunakan oleh client melalui DHCP server yang lama. Akibatnya DHCP server baru menawarkan IP yang sudah terpakai oleh client sehingga terjadi Ip konflik.
Untuk mengatasi IP konflik ini maka digunakan fasilitas pendeteksian sebelum DHCP server menyewakan IP ini, untuk perintahnya yaitu : pada Windows Server 2003 pilih menu Starts > All Programs > Administrative Tools > DHCP > klik-kanan pada gambar server > Properties > plih tab Advanced > Conflict Detection Attemps.
Pada kolom “Conflict Detection Attemps”, secara default terisi dengan angka 0 (nol) yang berarti tidak ada pengecekan adanya IP yang konflik sebelum memberikan IP ke client. Maka berilah angka 2 yang berarti DHCP server akan mencoba sebanyak 2 kali untuk mencari IP ebelum memberikan ke client. Setting semakin banyak tentu saja akan semakin lama membuat DHCP memberikan IP ke client dan meningkatkan lalu lntas jaringan.
Gambar II.21. Mencegah IP konflik
9. Jika sudah maka selanjutnya akan ada tampilan yang meminta apakah ingin meng-configure DHCP ini ?
Gambar II.22. Menetukan Ip Address Scope
10. Klik next, tampilan jendela yang memintakan IP address untuk gateway.
Gambar II.23. Alamat Ip Router (Default Gateway)
11. Klik next, maka akan tampil jendela DNS server
Gambar II.24. Domain Name dan DNS Servers
12. Klik Next, Maka akan tampil Pilihan WINS Servers tetapi tidak diperlukan, dimana WINS Servers berfungsi mengubah nama NetBios menjadi alamat IP.
Gambar II.25. Settings alamat Wins Servers
13. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela yang menanyakan apakah configure DHCP ini akan diaktifkan
Gambar II.26. Mengaktifkan Scope DHCP Servers
14. Setelah semua settingan selesai maka akan muncul jendela “ Completing the New Scope Wizard “
Gambar II.27. Kotak Dialog Completing Scope
2. Server sebagai File Server
Langkah-langkah membuat komputer menjadi sebuah file server adalah sebagai berikut:
1. Klik tombol start
2. Klik Administrative Tools
3. Klik Manage Your Server, maka akan muncul jendela
Gambar II.28. Manage Your Server
4. Klik Add or Remove a role pada menu Managing Your Server Roles, maka akan muncul jendela Configure Your Server Wizard – Preliminary Steps seperti pada gambar di bawah ini.
Gambar II.29. Preliminary Step
5. Klik tombol Next, Windows Server 2003 akan mendeteksi Network Setting anda
Gambar II.30. Network Setting
6. Nanti akan muncul jendela Configure Your Server Wizard – Server Role
Gambar II.31. Server Role
7. Pilih File Server, kemudian klik tombol next maka akan muncul jendela Configure Your Server Wizard – File Server Indexing Service.
Gambar II.32. File Server Indexing Service
8. Pilih No, leave Indexing Service Turned Off. Kemudian klik tombol next maka akan muncul jendela Configure Your Server Wizard – Summary Of Selections.
Gambar II.33. Summary of Selection.
9. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela Share a Folder Wizard – Folder Path.
Gambar II.34. Share a Folder Wizard
10. Klik next, maka akan muncul jendela Share a Folder Wizard – Folder Path. Tentukan folder yang akan disharing lewat tombol Browser.
Gambar II.35. Folder Path
11. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela Share a Folder Wizard – Name, Description, and Setting. Isikan share name, Description pada kolom yang telah disiapkan dan klik tombol next.
Gambar II.36. Name, Description, and Setting
12. Maka akan muncul jendela Share a Folder Wizard – Permissions, tentukan permission dari folder yang telah anda buat kemudian klik tombol finish.
Gambar II.37. Perminissions
13. Windows Server 2003 akan menampilkan jendela Sharing was Successful. Jika anda akan men-sharing folder lain, berikan tanda cek list pada pilihan “When I Click Close, run the wizard again to share another folder”.
Gambar II.38. Sharing was Succesful
14. Klik tombol close, maka akan tampil jendela finish.
Gambar II.39. This Server Is Now a File Server
3. Konfigurasi Setting Modem ADSL Akademi Bina Sarana Informatika Kampus Salemba 22.
Langkah-langkah dalam konfigurasi settingan Modem ADSL adalah sebagai berikut:
a. Buka aplikasi browser seperti Internet Explorer atau Monzilla Firefox untuk membuka menu utama pada settingan modem ADSL. Ketika alamat gateway pada kolom Address pada aplikasi Browser
Gambar II.40. Menu Login Router ADSL
b. Setelah masuk ke dalam aplikasi modem kemudian Setup Terdahulu Modem dengan mengklik Setup Wizard pada layer aplikasi
Gambar II.41. Setting Modem koneksi Ke Speedy
c. kemudian next, maka akan terdapat parameter settings masukan username, password, setelah selesai klik next.
Gambar II.42. Parameter Setting
d. Maka akan muncul wireless Settings, kemudian masukan Channel, SSID, setelah selesai klik Next.
Gambar II.43. Wireless Seting
e. Selanjutnya muncul laporan setting yang di buat sebelumnya, kemudian Apply
Gambar II.44. Configuration Summary
f. Selanjutnya membuat settingan LAN dan DHCP Server
Gambar II.45. Setting LAN Settings
g. Setelah selesai membuat LAN Setting atau IP Address pada Router kita juga dapat membuat settingan terhadap Wireless.
Gambar II.46. Wireless Settings
h. Konfigurasi Wireless Settings.
Gambar II.47. Configuration Wireless Settings
i. Encryption atau setingan keamanan jaringan wireless.
Gambar II.48. Configuration Encryption Wireless Settings
j. Setelah semuanya telah di setting maka dapat melihat laporan setingan modem dan router pada status and log.
Gambar II.49. Status and Logs Modem Setting
4. Perangkat Lunak Aplikasi Jaringan Komputer
a). Internet Sharing / Browser
Untuk melakukan suatu penjelajahan di dunia maya atau yang sering kita sebut internet harus menggunakan suatu alat, yaitu browser internet. Banyak browser yang dapat kita pakai untuk menjelajahi internet diantaranya Internet Explorer, Mozilla Firefox dan Opera. Akademi Bina Sarana Informatika Kampus Salemba 22 dalam menjelajahi internet mereka menggunakan Internet Explorer (7.0) dan Mozilla firefox (2.0.0.3).
b). Keamanan Jaringan Komputer
Adanya pertukaran data dan informasi diantara para pengguna komputer yang terhubung dalam suatu Local Area Network, terlebih lagi terhubung dengan internet mengakibatkan terbukanya suatu port pada komputer dan membuat suatu komputer yang tersimpan banyak data dan informasi penting menjadi tidak aman dan mudah di explorasi oleh orang yang tidak berkepentingan. Untuk mencegah hal – hal yang tidak di inginkan dan menjaga agar data dan informasi penting tetap terjaga dan aman maka diperlukannya suatu teknik pengamanan komputer. Pada Akademi Bina Sarana Informatika Kampus Salemba 22 untuk mengatasi keamanan jaringan komputer menggunakan Symantec Norton Anti Virus (NAV) Corporate Edition 9.0.
2.2.6. Permasalahan Pokok
Pada kampus Bina Sarana Informatika Salemba 22 terdapat beberapa permasalahan yang berhubungan dengan jaringan komputer antara lain :
1. Spesifikasi komputer server masih rendah dan terasa sangat lambat dikarenakan masih menggunakan Processor Intel Celeron dan memory yang masih 512 MB sehingga membuat koneksi dalam mentranfer data terasa lambat dan masih mengunakan sistem operasi yang lama..
2. Masih terdapat HUB pada laboraterium komputer kampus Salemba 22.
3. Pengaturan Brandwitch yang kurang baik dan maksimal.
4. Manajemen kabel yang kurang rapi sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk mencari sumber kerusakan jaringan.
5. Perlu adanya keamanan dalam jaringan wireless.
2.2.7. Pemecahan Masalah
Dari permasalah pokok diatas maka ada beberapa solusi yang di ajukan:
1. Upgrade sistem operasi komputer dan hardware Server dengan Windows Server 2003 terbaru dan menganti RAM server minimal 1 GB untuk mempercepat lalu lintas data.
2. mengganti hub-hub yang berada di laboratorium menjadi switch agar aktifitas transfer data menjadi lebih cepat.
3. Diperlukannya sebuah aplikasi yang berfungsi sebagai manajemen bandwitch sehingga penggunaan bandwitch lebih optimal seperti membuat sebuah server baru dengan menggunakan sistem operasi mikrotik, dimana didalam mikrotik tersebut terdapat aplikasi yang berfungsi sebagai management bandwitch.
4. Manajemen kabel jaringan yaitu dengan memberi tanda atau kode pada setiap kabel agar pada waktu terjadi salah satu komputer tidak koneksi atau terjadi trouble dikarenakan oleh kabel maka tidak sulit untuk mengecekan dan pembetulan menjadi lebih cepat dan efisien.
5. Untuk mengamankan jaringan wireless ada beberapa cara yaitu :
a. Merubah nama Service Set ID (SSID)
Secara standar (default), nama SSID yang dberikan oleh setiap vendor peralatan Access point adalah dengan nama “default”. Maka gantilah SSID jaringan wireless tersebut dan tidak menunjukan atau menggambarkan nama dari perusahaan.
b. Merubah password administrator.
Gantilah password administrator Acces point dengan ketentuan :
1). Buatlah password yang memili panjang lebih dari 10 karakter.
2). Password yang dibuat haru memiliki kompleksitas yang tinggi.
3). Gantilah password administrator tersebut cara periodik.
c. Membatasi ijin untuk mengkonfigurasu Access Point secara remote.
d. Gunakanlah Pengamanan (berupa enkripsi) pada jaringan wireless.
e. Matikan broadcast SID (blok Broadcast SSID).
f. Lakukan Filter MAC Address (MAC Address Filtering). Agar system wireless tidak dimasuki oleh orang-orang yang tidak memiliki ijin akses ke dalam jaringan.
Jumat, 30 Januari 2009
Belajar Jadi Hecker
Hacker dengan keahliannya dapat melihat & memperbaiki kelemahan perangkat lunak di komputer; biasanya kemudian di publikasikan secara terbuka di Internet agar sistem menjadi lebih baik. Sialnya, segelintir manusia berhati jahat menggunakan informasi tersebut untuk kejahatan - mereka biasanya disebut cracker. Pada dasarnya dunia hacker & cracker tidak berbeda dengan dunia seni, disini kita berbicara seni keamanan jaringan Internet.
Saya berharap ilmu keamanan jaringan di tulisan ini digunakan untuk hal-hal yang baik - jadilah Hacker bukan Cracker. Jangan sampai anda terkena karma karena menggunakan ilmu untuk merusak milik orang lain. Apalagi, pada saat ini kebutuhan akan hacker semakin bertambah di Indonesia dengan semakin banyak dotcommers yang ingin IPO di berbagai bursa saham. Nama baik & nilai sebuah dotcom bisa jatuh bahkan menjadi tidak berharga jika dotcom di bobol. Dalam kondisi ini, para hacker di harapkan bisa menjadi konsultan keamanan bagi para dotcommers tersebut - karena SDM pihak kepolisian & aparat keamanan Indonesia amat sangat lemah & menyedihkan di bidang Teknologi Informasi & Internet. Apa boleh buat cybersquad, cyberpatrol swasta barangkali perlu di budayakan untuk survival dotcommers Indonesia di Internet.
Berbagai teknik keamanan jaringan Internet dapat di peroleh secara mudah di Internet antara lain di http://www.sans.org, http://www.rootshell.com, http://www.linuxfirewall.org/, http://www.linuxdoc.org, http://www.cerias.purdue.edu/coast/firewalls/, http://www.redhat.com/mirrors/LDP/HOWTO/. Sebagian dari teknik ini berupa buku-buku yang jumlah-nya beberapa ratus halaman yang dapat di ambil secara cuma-cuma (gratis). Beberapa Frequently Asked Questions (FAQ) tentang keamanan jaringan bisa diperoleh di http://www.iss.net/vd/mail.html, http://www.v-one.com/documents/fw-faq.htm. Dan bagi para experimenter beberapa script / program yang sudah jadi dapat diperoleh antara lain di http://bastille-linux.sourceforge.net/, http://www.redhat.com/support/docs/tips/firewall/firewallservice.html.
Bagi pembaca yang ingin memperoleh ilmu tentang jaringan dapat di download secara cuma-cuma dari http://pandu.dhs.org, http://www.bogor.net/idkf/, http://louis.idaman.com/idkf. Beberapa buku berbentuk softcopy yang dapat di ambil gratis dapat di ambil dari http://pandu.dhs.org/Buku-Online/. Kita harus berterima kasih terutama kepada team Pandu yang dimotori oleh I Made Wiryana untuk ini. Pada saat ini, saya tidak terlalu tahu adanya tempat diskusi Indonesia yang aktif membahas teknik-teknik hacking ini - tetapi mungkin bisa sebagian di diskusikan di mailing list lanjut seperti kursus-linux@yahoogroups.com & linux-admin@linux.or.id yang di operasikan oleh Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) http://www.kpli.or.id.
Cara paling sederhana untuk melihat kelemahan sistem adalah dengan cara mencari informasi dari berbagai vendor misalnya di http://www.sans.org/newlook/publications/roadmap.htm#3b tentang kelemahan dari sistem yang mereka buat sendiri. Di samping, memonitoring berbagai mailing list di Internet yang berkaitan dengan keamanan jaringan seperti dalam daftar http://www.sans.org/newlook/publications/roadmap.htm#3e.
Dijelaskan oleh Front-line Information Security Team, "Techniques Adopted By 'System Crackers' When Attempting To Break Into Corporate or Sensitive Private Networks," fist@ns2.co.uk http://www.ns2.co.uk. Seorang Cracker umumnya pria usia 16-25 tahun. Berdasarkan statistik pengguna Internet di Indonesia maka sebetulnya mayoritas pengguna Internet di Indonesia adalah anak-anak muda pada usia ini juga. Memang usia ini adalah usia yang sangat ideal dalam menimba ilmu baru termasuk ilmu Internet, sangat disayangkan jika kita tidak berhasil menginternetkan ke 25000 sekolah Indonesia s/d tahun 2002 - karena tumpuan hari depan bangsa Indonesia berada di tangan anak-anak muda kita ini.
Nah, para cracker muda ini umumnya melakukan cracking untuk meningkatkan kemampuan / menggunakan sumber daya di jaringan untuk kepentingan sendiri. Umumnya para cracker adalah opportunis. Melihat kelemahan sistem dengan mejalankan program scanner. Setelah memperoleh akses root, cracker akan menginstall pintu belakang (backdoor) dan menutup semua kelemahan umum yang ada.
Seperti kita tahu, umumnya berbagai perusahaan / dotcommers akan menggunakan Internet untuk (1) hosting web server mereka, (2) komunikasi e-mail dan (3) memberikan akses web / internet kepada karyawan-nya. Pemisahan jaringan Internet dan IntraNet umumnya dilakukan dengan menggunakan teknik / software Firewall dan Proxy server. Melihat kondisi penggunaan di atas, kelemahan sistem umumnya dapat di tembus misalnya dengan menembus mailserver external / luar yang digunakan untuk memudahkan akses ke mail keluar dari perusahaan. Selain itu, dengan menggunakan agressive-SNMP scanner & program yang memaksa SNMP community string dapat mengubah sebuah router menjadi bridge (jembatan) yang kemudian dapat digunakan untuk batu loncatan untuk masuk ke dalam jaringan internal perusahaan (IntraNet).
Agar cracker terlindungi pada saat melakukan serangan, teknik cloacking (penyamaran) dilakukan dengan cara melompat dari mesin yang sebelumnya telah di compromised (ditaklukan) melalui program telnet atau rsh. Pada mesin perantara yang menggunakan Windows serangan dapat dilakukan dengan melompat dari program Wingate. Selain itu, melompat dapat dilakukan melalui perangkat proxy yang konfigurasinya kurang baik.
Setelah berhasil melompat dan memasuki sistem lain, cracker biasanya melakukan probing terhadap jaringan dan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. Hal ini dilakukan dengan beberapa cara, misalnya (1) menggunakan nslookup untuk menjalankan perintah 'ls' , (2) melihat file HTML di webserver anda untuk mengidentifikasi mesin lainnya, (3) melihat berbagai dokumen di FTP server, (4) menghubungkan diri ke mail server dan menggunakan perintah 'expn ', dan (5) mem-finger user di mesin-mesin eksternal lainnya.
Langkah selanjutnya, cracker akan mengidentifikasi komponen jaringan yang dipercaya oleh system apa saja. Komponen jaringan tersebut biasanya mesin administrator dan server yang biasanya di anggap paling aman di jaringan. Start dengan check akses & eksport NFS ke berbagai direktori yang kritis seperti /usr/bin, /etc dan /home. Eksploitasi mesin melalui kelemahan Common Gateway Interface (CGI), dengan akses ke file /etc/hosts.allow.
Selanjutnya cracker harus mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan. Cracker bisa mengunakan program di Linux seperti ADMhack, mscan, nmap dan banyak scanner kecil lainnya. Program seperti 'ps' & 'netstat' di buat trojan (ingat cerita kuda troya? dalam cerita klasik yunani kuno) untuk menyembunyikan proses scanning. Bagi cracker yang cukup advanced dapat mengunakan aggressive-SNMP scanning untuk men-scan peralatan dengan SNMP.
Setelah cracker berhasil mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan, maka cracker akan menjalan program untuk menaklukan program daemon yang lemah di server. Program daemon adalah program di server yang biasanya berjalan di belakang layar (sebagai daemon / setan). Keberhasilan menaklukan program daemon ini akan memungkinkan seorang Cracker untuk memperoleh akses sebagai 'root' (administrator tertinggi di server).
Untuk menghilangkan jejak, seorang cracker biasanya melakukan operasi pembersihan 'clean-up' operation dengan cara membersihkan berbagai log file. Dan menambahkan program untuk masuk dari pintu belakang 'backdooring'. Mengganti file .rhosts di /usr/bin untuk memudahkan akses ke mesin yang di taklukan melalui rsh & csh.
Selanjutnya seorang cracker dapat menggunakan mesin yang sudah ditaklukan untuk kepentingannya sendiri, misalnya mengambil informasi sensitif yang seharusnya tidak dibacanya; mengcracking mesin lain dengan melompat dari mesin yang di taklukan; memasang sniffer untuk melihat / mencatat berbagai trafik / komunikasi yang lewat; bahkan bisa mematikan sistem / jaringan dengan cara menjalankan perintah 'rm -rf / &'. Yang terakhir akan sangat fatal akibatnya karena sistem akan hancur sama sekali, terutama jika semua software di letakan di harddisk. Proses re-install seluruh sistem harus di lakukan, akan memusingkan jika hal ini dilakukan di mesin-mesin yang menjalankan misi kritis.
Oleh karena itu semua mesin & router yang menjalankan misi kritis sebaiknya selalu di periksa keamanannya & di patch oleh software yang lebih baru. Backup menjadi penting sekali terutama pada mesin-mesin yang menjalankan misi kritis supaya terselamatkan dari ulah cracker yang men-disable sistem dengan 'rm -rf / &'.
Bagi kita yang sehari-hari bergelut di Internet biasanya justru akan sangat menghargai keberadaan para hacker (bukan Cracker). Karena berkat para hacker-lah Internet ada dan dapat kita nikmati seperti sekarang ini, bahkan terus di perbaiki untuk menjadi sistem yang lebih baik lagi. Berbagai kelemahan sistem di perbaiki karena kepandaian rekan-rekan hacker yang sering kali mengerjakan perbaikan tsb. secara sukarela karena hobby-nya. Apalagi seringkali hasil hacking-nya di sebarkan secara cuma-cuma di Internet untuk keperluan masyarakat Internet. Sebuah nilai & budaya gotong royong yang mulia justru tumbuh di dunia maya Internet yang biasanya terkesan futuristik dan jauh dari rasa sosial.
Pengembangan para hobbiest hacker ini menjadi penting sekali untuk keberlangsungan / survival dotcommers di wahana Internet Indonesia. Sebagai salah satu bentuk nyatanya, dalam waktu dekat Insya Allah sekitar pertengahan April 2001 akan di adakan hacking competition di Internet untuk membobol sebuah server yang telah di tentukan terlebih dahulu. Hacking competition tersebut di motori oleh anak-anak muda di Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) Semarang yang digerakan oleh anak muda seperti Kresno Aji (masaji@telkom.net), Agus Hartanto (hartx@writeme.com) & Lekso Budi Handoko (handoko@riset.dinus.ac.id). Seperti umumnya anak-anak muda lainnya, mereka umumnya bermodal cekak - bantuan & sponsor tentunya akan sangat bermanfaat dan dinantikan oleh rekan-rekan muda ini.
Mudah-mudahan semua ini akan menambah semangat pembaca, khususnya pembaca muda, untuk bergerak di dunia hacker yang mengasyikan dan menantang. Kalau kata Captain Jean Luc Picard di Film Startrek Next Generation, "To boldly go where no one has gone before".
Saya berharap ilmu keamanan jaringan di tulisan ini digunakan untuk hal-hal yang baik - jadilah Hacker bukan Cracker. Jangan sampai anda terkena karma karena menggunakan ilmu untuk merusak milik orang lain. Apalagi, pada saat ini kebutuhan akan hacker semakin bertambah di Indonesia dengan semakin banyak dotcommers yang ingin IPO di berbagai bursa saham. Nama baik & nilai sebuah dotcom bisa jatuh bahkan menjadi tidak berharga jika dotcom di bobol. Dalam kondisi ini, para hacker di harapkan bisa menjadi konsultan keamanan bagi para dotcommers tersebut - karena SDM pihak kepolisian & aparat keamanan Indonesia amat sangat lemah & menyedihkan di bidang Teknologi Informasi & Internet. Apa boleh buat cybersquad, cyberpatrol swasta barangkali perlu di budayakan untuk survival dotcommers Indonesia di Internet.
Berbagai teknik keamanan jaringan Internet dapat di peroleh secara mudah di Internet antara lain di http://www.sans.org, http://www.rootshell.com, http://www.linuxfirewall.org/, http://www.linuxdoc.org, http://www.cerias.purdue.edu/coast/firewalls/, http://www.redhat.com/mirrors/LDP/HOWTO/. Sebagian dari teknik ini berupa buku-buku yang jumlah-nya beberapa ratus halaman yang dapat di ambil secara cuma-cuma (gratis). Beberapa Frequently Asked Questions (FAQ) tentang keamanan jaringan bisa diperoleh di http://www.iss.net/vd/mail.html, http://www.v-one.com/documents/fw-faq.htm. Dan bagi para experimenter beberapa script / program yang sudah jadi dapat diperoleh antara lain di http://bastille-linux.sourceforge.net/, http://www.redhat.com/support/docs/tips/firewall/firewallservice.html.
Bagi pembaca yang ingin memperoleh ilmu tentang jaringan dapat di download secara cuma-cuma dari http://pandu.dhs.org, http://www.bogor.net/idkf/, http://louis.idaman.com/idkf. Beberapa buku berbentuk softcopy yang dapat di ambil gratis dapat di ambil dari http://pandu.dhs.org/Buku-Online/. Kita harus berterima kasih terutama kepada team Pandu yang dimotori oleh I Made Wiryana untuk ini. Pada saat ini, saya tidak terlalu tahu adanya tempat diskusi Indonesia yang aktif membahas teknik-teknik hacking ini - tetapi mungkin bisa sebagian di diskusikan di mailing list lanjut seperti kursus-linux@yahoogroups.com & linux-admin@linux.or.id yang di operasikan oleh Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) http://www.kpli.or.id.
Cara paling sederhana untuk melihat kelemahan sistem adalah dengan cara mencari informasi dari berbagai vendor misalnya di http://www.sans.org/newlook/publications/roadmap.htm#3b tentang kelemahan dari sistem yang mereka buat sendiri. Di samping, memonitoring berbagai mailing list di Internet yang berkaitan dengan keamanan jaringan seperti dalam daftar http://www.sans.org/newlook/publications/roadmap.htm#3e.
Dijelaskan oleh Front-line Information Security Team, "Techniques Adopted By 'System Crackers' When Attempting To Break Into Corporate or Sensitive Private Networks," fist@ns2.co.uk http://www.ns2.co.uk. Seorang Cracker umumnya pria usia 16-25 tahun. Berdasarkan statistik pengguna Internet di Indonesia maka sebetulnya mayoritas pengguna Internet di Indonesia adalah anak-anak muda pada usia ini juga. Memang usia ini adalah usia yang sangat ideal dalam menimba ilmu baru termasuk ilmu Internet, sangat disayangkan jika kita tidak berhasil menginternetkan ke 25000 sekolah Indonesia s/d tahun 2002 - karena tumpuan hari depan bangsa Indonesia berada di tangan anak-anak muda kita ini.
Nah, para cracker muda ini umumnya melakukan cracking untuk meningkatkan kemampuan / menggunakan sumber daya di jaringan untuk kepentingan sendiri. Umumnya para cracker adalah opportunis. Melihat kelemahan sistem dengan mejalankan program scanner. Setelah memperoleh akses root, cracker akan menginstall pintu belakang (backdoor) dan menutup semua kelemahan umum yang ada.
Seperti kita tahu, umumnya berbagai perusahaan / dotcommers akan menggunakan Internet untuk (1) hosting web server mereka, (2) komunikasi e-mail dan (3) memberikan akses web / internet kepada karyawan-nya. Pemisahan jaringan Internet dan IntraNet umumnya dilakukan dengan menggunakan teknik / software Firewall dan Proxy server. Melihat kondisi penggunaan di atas, kelemahan sistem umumnya dapat di tembus misalnya dengan menembus mailserver external / luar yang digunakan untuk memudahkan akses ke mail keluar dari perusahaan. Selain itu, dengan menggunakan agressive-SNMP scanner & program yang memaksa SNMP community string dapat mengubah sebuah router menjadi bridge (jembatan) yang kemudian dapat digunakan untuk batu loncatan untuk masuk ke dalam jaringan internal perusahaan (IntraNet).
Agar cracker terlindungi pada saat melakukan serangan, teknik cloacking (penyamaran) dilakukan dengan cara melompat dari mesin yang sebelumnya telah di compromised (ditaklukan) melalui program telnet atau rsh. Pada mesin perantara yang menggunakan Windows serangan dapat dilakukan dengan melompat dari program Wingate. Selain itu, melompat dapat dilakukan melalui perangkat proxy yang konfigurasinya kurang baik.
Setelah berhasil melompat dan memasuki sistem lain, cracker biasanya melakukan probing terhadap jaringan dan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. Hal ini dilakukan dengan beberapa cara, misalnya (1) menggunakan nslookup untuk menjalankan perintah 'ls
Langkah selanjutnya, cracker akan mengidentifikasi komponen jaringan yang dipercaya oleh system apa saja. Komponen jaringan tersebut biasanya mesin administrator dan server yang biasanya di anggap paling aman di jaringan. Start dengan check akses & eksport NFS ke berbagai direktori yang kritis seperti /usr/bin, /etc dan /home. Eksploitasi mesin melalui kelemahan Common Gateway Interface (CGI), dengan akses ke file /etc/hosts.allow.
Selanjutnya cracker harus mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan. Cracker bisa mengunakan program di Linux seperti ADMhack, mscan, nmap dan banyak scanner kecil lainnya. Program seperti 'ps' & 'netstat' di buat trojan (ingat cerita kuda troya? dalam cerita klasik yunani kuno) untuk menyembunyikan proses scanning. Bagi cracker yang cukup advanced dapat mengunakan aggressive-SNMP scanning untuk men-scan peralatan dengan SNMP.
Setelah cracker berhasil mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan, maka cracker akan menjalan program untuk menaklukan program daemon yang lemah di server. Program daemon adalah program di server yang biasanya berjalan di belakang layar (sebagai daemon / setan). Keberhasilan menaklukan program daemon ini akan memungkinkan seorang Cracker untuk memperoleh akses sebagai 'root' (administrator tertinggi di server).
Untuk menghilangkan jejak, seorang cracker biasanya melakukan operasi pembersihan 'clean-up' operation dengan cara membersihkan berbagai log file. Dan menambahkan program untuk masuk dari pintu belakang 'backdooring'. Mengganti file .rhosts di /usr/bin untuk memudahkan akses ke mesin yang di taklukan melalui rsh & csh.
Selanjutnya seorang cracker dapat menggunakan mesin yang sudah ditaklukan untuk kepentingannya sendiri, misalnya mengambil informasi sensitif yang seharusnya tidak dibacanya; mengcracking mesin lain dengan melompat dari mesin yang di taklukan; memasang sniffer untuk melihat / mencatat berbagai trafik / komunikasi yang lewat; bahkan bisa mematikan sistem / jaringan dengan cara menjalankan perintah 'rm -rf / &'. Yang terakhir akan sangat fatal akibatnya karena sistem akan hancur sama sekali, terutama jika semua software di letakan di harddisk. Proses re-install seluruh sistem harus di lakukan, akan memusingkan jika hal ini dilakukan di mesin-mesin yang menjalankan misi kritis.
Oleh karena itu semua mesin & router yang menjalankan misi kritis sebaiknya selalu di periksa keamanannya & di patch oleh software yang lebih baru. Backup menjadi penting sekali terutama pada mesin-mesin yang menjalankan misi kritis supaya terselamatkan dari ulah cracker yang men-disable sistem dengan 'rm -rf / &'.
Bagi kita yang sehari-hari bergelut di Internet biasanya justru akan sangat menghargai keberadaan para hacker (bukan Cracker). Karena berkat para hacker-lah Internet ada dan dapat kita nikmati seperti sekarang ini, bahkan terus di perbaiki untuk menjadi sistem yang lebih baik lagi. Berbagai kelemahan sistem di perbaiki karena kepandaian rekan-rekan hacker yang sering kali mengerjakan perbaikan tsb. secara sukarela karena hobby-nya. Apalagi seringkali hasil hacking-nya di sebarkan secara cuma-cuma di Internet untuk keperluan masyarakat Internet. Sebuah nilai & budaya gotong royong yang mulia justru tumbuh di dunia maya Internet yang biasanya terkesan futuristik dan jauh dari rasa sosial.
Pengembangan para hobbiest hacker ini menjadi penting sekali untuk keberlangsungan / survival dotcommers di wahana Internet Indonesia. Sebagai salah satu bentuk nyatanya, dalam waktu dekat Insya Allah sekitar pertengahan April 2001 akan di adakan hacking competition di Internet untuk membobol sebuah server yang telah di tentukan terlebih dahulu. Hacking competition tersebut di motori oleh anak-anak muda di Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) Semarang yang digerakan oleh anak muda seperti Kresno Aji (masaji@telkom.net), Agus Hartanto (hartx@writeme.com) & Lekso Budi Handoko (handoko@riset.dinus.ac.id). Seperti umumnya anak-anak muda lainnya, mereka umumnya bermodal cekak - bantuan & sponsor tentunya akan sangat bermanfaat dan dinantikan oleh rekan-rekan muda ini.
Mudah-mudahan semua ini akan menambah semangat pembaca, khususnya pembaca muda, untuk bergerak di dunia hacker yang mengasyikan dan menantang. Kalau kata Captain Jean Luc Picard di Film Startrek Next Generation, "To boldly go where no one has gone before".
Selasa, 27 Januari 2009
Macam- macam Virus
10 Macam Virus Komputer
Setiap hari virus-virus komputer baru dibuat untuk mengganggu dan membuat kerusakan besar dengan menghancurkan sistem komputer kita. Berikut ini sepuluh virus-virus yang umum dan secara potensial menyebabkan kerusakan. Virus-virus baru diciptakan setiap hari. Artinya banyak virus yang tidak termasuk di dalam daftar ini. Hal terbaikyang dapat kita lakukan adalah selalu waspada, selalu meng-update anti virus, dan selalu perhatikan komputer anda apakah sedang terkena virus atau tidak.
Virus: Trojan.Lodear
Trojan Horse menyerang apabila kita mendownload data dari internet. Virus ini akan menginjeksi file. dll ke internetexplorer.exe yang menyebabkan ketidakstabilan sistem.
Virus: W32.Beagle.CO@mm
Adalah virus yang mengirimkan email massal terhadap situs yang mempunyai tingkat keamanan rendah. Virus ini dapat menghapus kunci-kunci registry dan bagian-bagiannya dan mungkin memblok akses ke jaringan keamanan website.
Virus: Backdoor.Zagaban
Virus trojan yang satu ini menginjeksi komputer tertentu untuk digunakan sebagai tempat berlindung untuk merusak network atau jaringan terkait.
Virus: W32/Netsky-P
Virus ini mampu menyebarkan email massal dengan sendirinya kepada alamat email yang diproduksi oleh suatu file pada PC / local drive.
Virus: W32/Mytob-GH
Virus penyebar email massal dan merupakan Trojan untuk IRC pada komputer berbasis Windows. Pesan-pesan dikirimkan oleh virus ini dengan judul yang dipilih secara acak dari list yang sudah ada seperti : peringatan pembatasan suatu akun, suspensi akun email, ukuran keamanan, member support, peringatan penting.
Virus: W32/Mytob-EX
Virus yang menyebarkan email massal dan Trojan IRC yang mirip dengam W32-mytob-gh. W32/mytob-ex terus menerus di belakang layar, menyediakan pintu belakang bagi server yang untuk menjangkau komputer lain via IRC channel. Virus ini menyebar dengan sendirinya terutama kepada attachments email address.
Virus: W32/Mytob-AS, Mytob-BE, Mytob-C, and Mytob-ER
Keluarga virus ini mempunyai karasteristik yang sama atas apa yang mereka lakukan. Mereka menyebarkan email massal yang bisa dikendalikan melalui Internet Relay Chat (IRC) network. Sebagai tambahan, mereka bisa menyebarkan email melalui bermacam-macam sistem operasi komputer yang lemah seperti LSASS (MS04-011).
Virus: Zafi-D
Meupakan virus pengirim email massal dan peer-to-peer yang membuat salinan sendiri kepada folder sistem windows dengan nama file nortonupdate. exe. Virus ini dapat membuat sejumlah file di folder sistem windows dengan nama file terdiri dari 8 random karakter-karakter dan ekstensi DLL. w32/zafi-d menyalin sendiri ke folder dengan nama yang berisikan share, upload, atau musik sebagai icq 2005anew! . exe atau winamp 5.7 new! . exe. W32/zafi-d juga akan menampilkan kotak pemberitahu error yang menipu dengan judul " crc: 04f6Bh" dan teks " Error in packed file! " .
Virus: W32/Netsky-D
Virus ini juga mengirimkan serangan melalui IRC backdoor yang berfungsi juga menginfeksi komputer yang lemah.
Virus: W32/Zafi-B
Virus ini menyerang peer-to-peer (P2P) dan email virus akan dicopy dengan sendirinya pada sistem folder windows yang akan diberi nama otomastis secara acak.
Untuk mendownload macam2 anti virus silahkan masuk ke situs http://directdownloadcenter.com/antivirus-spyware-cleaners.html?
Setiap hari virus-virus komputer baru dibuat untuk mengganggu dan membuat kerusakan besar dengan menghancurkan sistem komputer kita. Berikut ini sepuluh virus-virus yang umum dan secara potensial menyebabkan kerusakan. Virus-virus baru diciptakan setiap hari. Artinya banyak virus yang tidak termasuk di dalam daftar ini. Hal terbaikyang dapat kita lakukan adalah selalu waspada, selalu meng-update anti virus, dan selalu perhatikan komputer anda apakah sedang terkena virus atau tidak.
Virus: Trojan.Lodear
Trojan Horse menyerang apabila kita mendownload data dari internet. Virus ini akan menginjeksi file. dll ke internetexplorer.exe yang menyebabkan ketidakstabilan sistem.
Virus: W32.Beagle.CO@mm
Adalah virus yang mengirimkan email massal terhadap situs yang mempunyai tingkat keamanan rendah. Virus ini dapat menghapus kunci-kunci registry dan bagian-bagiannya dan mungkin memblok akses ke jaringan keamanan website.
Virus: Backdoor.Zagaban
Virus trojan yang satu ini menginjeksi komputer tertentu untuk digunakan sebagai tempat berlindung untuk merusak network atau jaringan terkait.
Virus: W32/Netsky-P
Virus ini mampu menyebarkan email massal dengan sendirinya kepada alamat email yang diproduksi oleh suatu file pada PC / local drive.
Virus: W32/Mytob-GH
Virus penyebar email massal dan merupakan Trojan untuk IRC pada komputer berbasis Windows. Pesan-pesan dikirimkan oleh virus ini dengan judul yang dipilih secara acak dari list yang sudah ada seperti : peringatan pembatasan suatu akun, suspensi akun email, ukuran keamanan, member support, peringatan penting.
Virus: W32/Mytob-EX
Virus yang menyebarkan email massal dan Trojan IRC yang mirip dengam W32-mytob-gh. W32/mytob-ex terus menerus di belakang layar, menyediakan pintu belakang bagi server yang untuk menjangkau komputer lain via IRC channel. Virus ini menyebar dengan sendirinya terutama kepada attachments email address.
Virus: W32/Mytob-AS, Mytob-BE, Mytob-C, and Mytob-ER
Keluarga virus ini mempunyai karasteristik yang sama atas apa yang mereka lakukan. Mereka menyebarkan email massal yang bisa dikendalikan melalui Internet Relay Chat (IRC) network. Sebagai tambahan, mereka bisa menyebarkan email melalui bermacam-macam sistem operasi komputer yang lemah seperti LSASS (MS04-011).
Virus: Zafi-D
Meupakan virus pengirim email massal dan peer-to-peer yang membuat salinan sendiri kepada folder sistem windows dengan nama file nortonupdate. exe. Virus ini dapat membuat sejumlah file di folder sistem windows dengan nama file terdiri dari 8 random karakter-karakter dan ekstensi DLL. w32/zafi-d menyalin sendiri ke folder dengan nama yang berisikan share, upload, atau musik sebagai icq 2005anew! . exe atau winamp 5.7 new! . exe. W32/zafi-d juga akan menampilkan kotak pemberitahu error yang menipu dengan judul " crc: 04f6Bh" dan teks " Error in packed file! " .
Virus: W32/Netsky-D
Virus ini juga mengirimkan serangan melalui IRC backdoor yang berfungsi juga menginfeksi komputer yang lemah.
Virus: W32/Zafi-B
Virus ini menyerang peer-to-peer (P2P) dan email virus akan dicopy dengan sendirinya pada sistem folder windows yang akan diberi nama otomastis secara acak.
Untuk mendownload macam2 anti virus silahkan masuk ke situs http://directdownloadcenter.com/antivirus-spyware-cleaners.html?
Tipe2 Jarkom Nirkabel
Jaringan Komputer Nirkabel dan Tipe-Tipenya
Teknologi jaringan nirkabel sebenarnya terbentang luas mulai dari komunikasi suara sampai dengan jaringan data, yang mana membolehkan pengguna untuk membangun koneksi nirkabel pada suatu jarak tertentu. Ini termasuk teknologi infrared, frekuensi radio dan lain sebagainya. Peranti yang umumnya digunakan untuk jaringan nirkabel termasuk di dalamnya adalah komputer, komputer genggam, PDA, telepon seluler, tablet PC dan lain sebagainya. Teknologi nirkabel ini memiliki kegunaan yang sangat banyak. Contohnya, pengguna bergerak bisa menggunakan telepon seluler mereka untuk mengakses e-mail. Sementara itu para pelancong dengan laptopnya bisa terhubung ke internet ketika mereka sedang di bandara, kafe, kereta api dan tempat publik lainnya. Di rumah, pengguna dapat terhubung ke desktop mereka (melalui bluetooth) untuk melakukan sinkronisasi dengan PDA-nya.
Standarisasi
Untuk menekan biaya, memastikan interoperabilitas dan mempromosikan adopsi yang luas terhadap teknologi nirkabel ini, maka organisasi seperti Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), Internet Engineering Task Force (IETF), Wireless Ethernet Compatibility Alliance (WECA) dan International Telecommunication Union (ITU) telah berpartisipasi dalam berbagai macam upaya-upaya standarisasi. Sebagai contoh, kelompok kerja IEEE telah mendefinisikan bagaimana suatu informasi ditransfer dari satu peranti ke peranti lainnya (dengan menggunakan frekuensi radio atau infrared misalnya) dan bagaimana dan kapan suatu media transmisi sebaiknya digunakan untuk keperluan komunikasi. Ketika membangun standarisasi untuk jaringan nirkabel, organisasi seperti IEEE telah mengatasi pula masalah power management, bandwidth, security dan berbagai masalah unik yang ada pada dunia jaringan nirkabel.
Tipe dari Jaringan Nirkabel
Sama halnya seperti jaringan yang berbasis kabel, maka jaringan nirkabel dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe yang berbeda berdasarkan pada jarak dimana data dapat ditransmisikan.
* Wireless Wide Area Networks (WWANs)
Teknologi WWAN memungkinkan pengguna untuk membangun koneksi nirkabel melalui jaringan publik maupun privat. Koneksi ini dapat dibuat mencakup suatu daerah yang sangat luas, seperti kota atau negara, melalui penggunaan beberapa antena atau juga sistem satelit yang diselenggarakan oleh penyelenggara jasa telekomunikasinya. Teknologi WWAN saat ini dikenal dengan sistem 2G (second generation). Inti dari sistem 2G ini termasuk di dalamnya Global System for Mobile Communications (GSM), Cellular Digital Packet Data (CDPD) dan juga Code Division Multiple Access (CDMA). Berbagai usaha sedang dilakukan untuk transisi dari 2G ke teknologi 3G (third generation) yang akan segera menjadi standar global dan memiliki fitur roaming yang global juga. ITU juga secara aktif dalam mempromosikan pembuatan standar global bagi teknologi 3G.
* Wireless Metropolitan Area Networks (WMANs)
Teknologi WMAN memungkinkan pengguna untuk membuat koneksi nirkabel antara beberapa lokasi di dalam suatu area metropolitan (contohnya, antara gedung yang berbeda-beda dalam suatu kota atau pada kampus universitas), dan ini bisa dicapai tanpa biaya fiber optic atau kabel tembaga yang terkadang sangat mahal. Sebagai tambahan, WMAN dapat bertindak sebagai backup bagi jaringan yang berbasis kabel dan dia akan aktif ketika jaringan yang berbasis kabel tadi mengalami gangguan. WMAN menggunakan gelombang radio atau cahaya infrared untuk mentransmisikan data. Jaringan akses nirkabel broadband, yang memberikan pengguna dengan akses berkecepatan tinggi, merupakan hal yang banyak diminati saat ini. Meskipun ada beberapa teknologi yang berbeda, seperti multichannel multipoint distribution service (MMDS) dan local multipoint distribution services (LMDS) digunakan saat ini, tetapi kelompok kerja IEEE 802.16 untuk standar akses nirkabel broadband masih terus membuat spesifikasi bagi teknologi-teknologi tersebut.
* Wireless Local Area Networks (WLANs)
Teknologi WLAN membolehkan pengguna untuk membangun jaringan nirkabel dalam suatu area yang sifatnya lokal (contohnya, dalam lingkungan gedung kantor, gedung kampus atau pada area publik, seperti bandara atau kafe). WLAN dapat digunakan pada kantor sementara atau yang mana instalasi kabel permanen tidak diperbolehkan. Atau WLAN terkadang dibangun sebagai suplemen bagi LAN yang sudah ada, sehingga pengguna dapat bekerja pada berbagai lokasi yang berbeda dalam lingkungan gedung. WLAN dapat dioperasikan dengan dua cara. Dalam infrastruktur WLAN, stasiun wireless (peranti dengan network card radio atau eksternal modem) terhubung ke access point nirkabel yang berfungsi sebagai bridge antara stasiun-stasiun dan network backbone yang ada saat itu. Dalam lingkungan WLAN yang sifatnya peer-to-peer (ad hoc), beberapa pengguna dalam area yang terbatas, seperti ruang rapat, dapat membentuk suatu jaringan sementara tanpa menggunakan access point, jika mereka tidak memerlukan akses ke sumber daya jaringan.
Pada tahun 1997, IEEE meng-approve standar 802.11 untuk WLAN, yang mana menspesifikasikan suatu data transfer rate 1 sampai 2 megabits per second (Mbps). Di bawah 802.11b, yang mana menjadi standar baru yang dominan saat ini, data ditransfer pada kecepatan maksimum 11 Mbps melalui frekuensi 2.4 gigahertz (GHz). Standar yang lebih baru lainnya adalah 802.11a, yang mana menspesifikasikan data transfer pada kecepatan maksimum 54 Mbps melalui frekuensi 5 GHz.
* Wireless Personal Area Networks (WPANs)
Teknologi WPAN membolehkan pengguna untuk membangun suatu jaringan nirkabel (ad hoc) bagi peranti sederhana, seperti PDA, telepon seluler atau laptop. Ini bisa digunakan dalam ruang operasi personal (personal operating space atau POS). Sebuah POS adalah suatu ruang yang ada disekitar orang, dan bisa mencapai jarak sekitar 10 meter. Saat ini, dua teknologi kunci dari WPAN ini adalah Bluetooth dan cahaya infra merah. Bluetooth merupakan teknologi pengganti kabel yang menggunakan gelombang radio untuk mentransmisikan data sampai dengan jarak sekitar 30 feet. Data Bluetooth dapat ditransmisikan melewati tembok, saku ataupun tas. Teknologi Bluetooth ini digerakkan oleh suatu badan yang bernama Bluetooth Special Interest Group (SIG), yang mana mempublikasikan spesifikasi Bluetooth versi 1.0 pada tahun 1999. Cara alternatif lainnya, untuk menghubungkan peranti dalam jarak sangat dekat (1 meter atau kurang), maka user bisa menggunakan cahaya infra merah.
Untuk menstandarisasi pembangunan dari teknologi WPAN, IEEE telah membangun kelompok kerja 802.15 bagi WPAN. Kelompok kerja ini membuat standar WPAN, yang berbasis pada spesifikasi Bluetooth versi 1.0. Tujuan utama dari standarisasi ini adalah untuk mengurangi kompleksitas, konsumsi daya yang rendah, interoperabilitas dan bisa hidup berdampingan dengan jaringan 802.11.
Teknologi jaringan nirkabel sebenarnya terbentang luas mulai dari komunikasi suara sampai dengan jaringan data, yang mana membolehkan pengguna untuk membangun koneksi nirkabel pada suatu jarak tertentu. Ini termasuk teknologi infrared, frekuensi radio dan lain sebagainya. Peranti yang umumnya digunakan untuk jaringan nirkabel termasuk di dalamnya adalah komputer, komputer genggam, PDA, telepon seluler, tablet PC dan lain sebagainya. Teknologi nirkabel ini memiliki kegunaan yang sangat banyak. Contohnya, pengguna bergerak bisa menggunakan telepon seluler mereka untuk mengakses e-mail. Sementara itu para pelancong dengan laptopnya bisa terhubung ke internet ketika mereka sedang di bandara, kafe, kereta api dan tempat publik lainnya. Di rumah, pengguna dapat terhubung ke desktop mereka (melalui bluetooth) untuk melakukan sinkronisasi dengan PDA-nya.
Standarisasi
Untuk menekan biaya, memastikan interoperabilitas dan mempromosikan adopsi yang luas terhadap teknologi nirkabel ini, maka organisasi seperti Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), Internet Engineering Task Force (IETF), Wireless Ethernet Compatibility Alliance (WECA) dan International Telecommunication Union (ITU) telah berpartisipasi dalam berbagai macam upaya-upaya standarisasi. Sebagai contoh, kelompok kerja IEEE telah mendefinisikan bagaimana suatu informasi ditransfer dari satu peranti ke peranti lainnya (dengan menggunakan frekuensi radio atau infrared misalnya) dan bagaimana dan kapan suatu media transmisi sebaiknya digunakan untuk keperluan komunikasi. Ketika membangun standarisasi untuk jaringan nirkabel, organisasi seperti IEEE telah mengatasi pula masalah power management, bandwidth, security dan berbagai masalah unik yang ada pada dunia jaringan nirkabel.
Tipe dari Jaringan Nirkabel
Sama halnya seperti jaringan yang berbasis kabel, maka jaringan nirkabel dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe yang berbeda berdasarkan pada jarak dimana data dapat ditransmisikan.
* Wireless Wide Area Networks (WWANs)
Teknologi WWAN memungkinkan pengguna untuk membangun koneksi nirkabel melalui jaringan publik maupun privat. Koneksi ini dapat dibuat mencakup suatu daerah yang sangat luas, seperti kota atau negara, melalui penggunaan beberapa antena atau juga sistem satelit yang diselenggarakan oleh penyelenggara jasa telekomunikasinya. Teknologi WWAN saat ini dikenal dengan sistem 2G (second generation). Inti dari sistem 2G ini termasuk di dalamnya Global System for Mobile Communications (GSM), Cellular Digital Packet Data (CDPD) dan juga Code Division Multiple Access (CDMA). Berbagai usaha sedang dilakukan untuk transisi dari 2G ke teknologi 3G (third generation) yang akan segera menjadi standar global dan memiliki fitur roaming yang global juga. ITU juga secara aktif dalam mempromosikan pembuatan standar global bagi teknologi 3G.
* Wireless Metropolitan Area Networks (WMANs)
Teknologi WMAN memungkinkan pengguna untuk membuat koneksi nirkabel antara beberapa lokasi di dalam suatu area metropolitan (contohnya, antara gedung yang berbeda-beda dalam suatu kota atau pada kampus universitas), dan ini bisa dicapai tanpa biaya fiber optic atau kabel tembaga yang terkadang sangat mahal. Sebagai tambahan, WMAN dapat bertindak sebagai backup bagi jaringan yang berbasis kabel dan dia akan aktif ketika jaringan yang berbasis kabel tadi mengalami gangguan. WMAN menggunakan gelombang radio atau cahaya infrared untuk mentransmisikan data. Jaringan akses nirkabel broadband, yang memberikan pengguna dengan akses berkecepatan tinggi, merupakan hal yang banyak diminati saat ini. Meskipun ada beberapa teknologi yang berbeda, seperti multichannel multipoint distribution service (MMDS) dan local multipoint distribution services (LMDS) digunakan saat ini, tetapi kelompok kerja IEEE 802.16 untuk standar akses nirkabel broadband masih terus membuat spesifikasi bagi teknologi-teknologi tersebut.
* Wireless Local Area Networks (WLANs)
Teknologi WLAN membolehkan pengguna untuk membangun jaringan nirkabel dalam suatu area yang sifatnya lokal (contohnya, dalam lingkungan gedung kantor, gedung kampus atau pada area publik, seperti bandara atau kafe). WLAN dapat digunakan pada kantor sementara atau yang mana instalasi kabel permanen tidak diperbolehkan. Atau WLAN terkadang dibangun sebagai suplemen bagi LAN yang sudah ada, sehingga pengguna dapat bekerja pada berbagai lokasi yang berbeda dalam lingkungan gedung. WLAN dapat dioperasikan dengan dua cara. Dalam infrastruktur WLAN, stasiun wireless (peranti dengan network card radio atau eksternal modem) terhubung ke access point nirkabel yang berfungsi sebagai bridge antara stasiun-stasiun dan network backbone yang ada saat itu. Dalam lingkungan WLAN yang sifatnya peer-to-peer (ad hoc), beberapa pengguna dalam area yang terbatas, seperti ruang rapat, dapat membentuk suatu jaringan sementara tanpa menggunakan access point, jika mereka tidak memerlukan akses ke sumber daya jaringan.
Pada tahun 1997, IEEE meng-approve standar 802.11 untuk WLAN, yang mana menspesifikasikan suatu data transfer rate 1 sampai 2 megabits per second (Mbps). Di bawah 802.11b, yang mana menjadi standar baru yang dominan saat ini, data ditransfer pada kecepatan maksimum 11 Mbps melalui frekuensi 2.4 gigahertz (GHz). Standar yang lebih baru lainnya adalah 802.11a, yang mana menspesifikasikan data transfer pada kecepatan maksimum 54 Mbps melalui frekuensi 5 GHz.
* Wireless Personal Area Networks (WPANs)
Teknologi WPAN membolehkan pengguna untuk membangun suatu jaringan nirkabel (ad hoc) bagi peranti sederhana, seperti PDA, telepon seluler atau laptop. Ini bisa digunakan dalam ruang operasi personal (personal operating space atau POS). Sebuah POS adalah suatu ruang yang ada disekitar orang, dan bisa mencapai jarak sekitar 10 meter. Saat ini, dua teknologi kunci dari WPAN ini adalah Bluetooth dan cahaya infra merah. Bluetooth merupakan teknologi pengganti kabel yang menggunakan gelombang radio untuk mentransmisikan data sampai dengan jarak sekitar 30 feet. Data Bluetooth dapat ditransmisikan melewati tembok, saku ataupun tas. Teknologi Bluetooth ini digerakkan oleh suatu badan yang bernama Bluetooth Special Interest Group (SIG), yang mana mempublikasikan spesifikasi Bluetooth versi 1.0 pada tahun 1999. Cara alternatif lainnya, untuk menghubungkan peranti dalam jarak sangat dekat (1 meter atau kurang), maka user bisa menggunakan cahaya infra merah.
Untuk menstandarisasi pembangunan dari teknologi WPAN, IEEE telah membangun kelompok kerja 802.15 bagi WPAN. Kelompok kerja ini membuat standar WPAN, yang berbasis pada spesifikasi Bluetooth versi 1.0. Tujuan utama dari standarisasi ini adalah untuk mengurangi kompleksitas, konsumsi daya yang rendah, interoperabilitas dan bisa hidup berdampingan dengan jaringan 802.11.
Sabtu, 10 Januari 2009
Keamanan Jaringan Komputer
Sudah saatnya kita menyadari kebutuhan keamanan komputer, terlebih pengguna pada lingkungan network. Bila kita berfikir bahwa masalah keamanan komputer diserahkan dan atau merupakan tanggungjawab sepenuhnya bagian administrator jaringan, sebaiknya paradigma seperti itu harus kita rubah. Riset yang dilakukan oleh US National Security Agency menyatakan bahwa sebesar 65% penyebab gangguan kemanan komputer berasal dari internal. Kesembronoan penggunaan password dan pengetahuan dasar sekuriti komputer merupakan presentasi terbesar. Hasil riset tersebut menyadarkan para administrator jaringan untuk tidak sepenuhnya terfokus pada serangan dari luar.
Edukasi adalah jalan terbaik
Berikan kesadaran kepada pengguna bahwa mereka adalah bagian dari lingkungan jaringan komputer, artinya mereka harus memahami bahwa keterlibatan mereka sangat penting dalam hal keamanan jaringan komputer dilingkungannya. Berdasarkan riset lainnya, sebesar 90% pengguna memakai komputer sebatas kepada penggunaan aplikasi yang sesuai dengan pekerjaannya, pengetahuan tentang kemanan komputer sangat minim. Jalan terbaik adalah memberikan edukasi kepada mereka dengan memberikan pengenalan tentang pengetahuan keamanan komputer : What, When, Who, Why, and How.
Edukasi adalah jalan terbaik
Berikan kesadaran kepada pengguna bahwa mereka adalah bagian dari lingkungan jaringan komputer, artinya mereka harus memahami bahwa keterlibatan mereka sangat penting dalam hal keamanan jaringan komputer dilingkungannya. Berdasarkan riset lainnya, sebesar 90% pengguna memakai komputer sebatas kepada penggunaan aplikasi yang sesuai dengan pekerjaannya, pengetahuan tentang kemanan komputer sangat minim. Jalan terbaik adalah memberikan edukasi kepada mereka dengan memberikan pengenalan tentang pengetahuan keamanan komputer : What, When, Who, Why, and How.
Kamis, 11 Desember 2008
Jaringan wirelless
10 Tips Wireless Security
Jaringan nirkabel atau yang sering disebut dengan wireless network cukup mudah untuk di set up, dan juga terasa sangat nyaman, terutama jika kita menginginkan agar bisa berjalan jalan keliling rumah atau kantor dengan komputer portable tetapi tetap bisa tetap mengakses jaringan internet. Namun, karena wireless menggunakan gelombang, maka akan lebih mudah untuk di-hack daripada koneksi yang menggunakan kabel. Ada beberapa tips disini untuk mengamankan wireless network.
Adapun langkah langkahnya sebagai berikut
1. Memakai Enkripsi. Enkripsi adalah ukuran security yang pertama, tetapi banyak wireless access points (WAPs) tidak menggunakan enkripsi sebagai defaultnya. Meskipun banyak WAP telah memiliki Wired Equivalent Privacy (WEP) protocol, tetapi secara default tidak diaktifkan. WEP memang mempunyai beberapa lubang di securitynya, dan seorang hacker yang berpengalaman pasti dapat membukanya, tetapi itu masih tetap lebih baik daripada tidak ada enkripsi sama sekali. Pastikan untuk men-set metode WEP authentication dengan “shared key” daripada “open system”. Untuk “open system”, dia tidak meng-encrypt data, tetapi hanya melakukan otentifikasi client. Ubah WEP key sesering mungkin, dan pakai 128-bit WEP dibandingkan dengan yang 40-bit.
2. Gunakan Enkripsi yang Kuat. Karena kelemahan kelemahan yang ada di WEP, maka dianjurkan untuk menggunakan Wi-Fi Protected Access (WPA) juga. Untuk memakai WPA, WAP harus men-supportnya. Sisi client juga harus dapat men-support WPA tsb.
3. Ganti Default Password Administrator. Kebanyakan pabrik menggunakan password administrasi yang sama untuk semua WAP produk mereka. Default password tersebut umumnya sudah diketahui oleh para hacker, yang nantinya dapat menggunakannya untuk merubah setting di WAP anda. Hal pertama yang harus dilakukan dalam konfigurasi WAP adalah mengganti password default tsb. Gunakan paling tidak 8 karakter, kombinasi antara huruf dan angka, dan tidak menggunakan kata kata yang ada dalam kamus.
4. Matikan SSID Broadcasting. Service Set Identifier (SSID) adalah nama dari wireless network kita. Secara default, SSID dari WAP akan di broadcast. Hal ini akan membuat user mudah untuk menemukan network tsb, karena SSID akan muncul dalam daftar available networks yang ada pada wireless client. Jika SSID dimatikan, user harus mengetahui lebih dahulu SSID-nya agak dapat terkoneksi dengan network tsb.
5. Matikan WAP Saat Tidak Dipakai. Cara yang satu ini kelihatannya sangat simpel, tetapi beberapa perusahaan atau individual melakukannya. Jika kita mempunyai user yang hanya terkoneksi pada saat saat tertentu saja, tidak ada alasan untuk menjalankan wireless network setiap saat dan menyediakan kesempatan bagi intruder untuk melaksanakan niat jahatnya. Kita dapat mematikan access point pada saat tidak dipakai.
6. Ubah default SSID. Pabrik menyediakan default SSID. Kegunaan dari mematikan broadcast SSID adalah untuk mencegah orang lain tahu nama dari network kita, tetapi jika masih memakai default SSID, tidak akan sulit untuk menerka SSID dari network kita.
7. Memakai MAC Filtering. Kebanyakan WAP (bukan yang murah murah tentunya) akan memperbolehkan kita memakai filter media access control (MAC). Ini artinya kita dapat membuat “white list” dari computer computer yang boleh mengakses wireless network kita, berdasarkan dari MAC atau alamat fisik yang ada di network card masing masing pc. Koneksi dari MAC yang tidak ada dalam list akan ditolak. Metode ini tidak selamanya aman, karena masih mungkin bagi seorang hacker melakukan sniffing paket yang kita transmit via wireless network dan mendapatkan MAC address yang valid dari salah satu user, dan kemudian menggunakannya untuk melakukan spoof. Tetapi MAC filtering akan membuat kesulitan seorang intruder yang masih belum jago jago banget.
8. Mengisolasi Wireless Network dari LAN. Untuk memproteksi internal network kabel dari ancaman yang datang dari wireless network, perlu kiranya dibuat wireless DMZ atau perimeter network yang mengisolasi dari LAN. Artinya adalah memasang firewall antara wireless network dan LAN. Dan untuk wireless client yang membutuhkan akses ke internal network, dia haruslah melakukan otentifikasi dahulu dengan RAS server atau menggunakan VPN. Hal ini menyediakan extra layer untuk proteksi.
9. Mengontrol Signal Wireless. 802.11b WAP memancarkan gelombang sampai dengan kira kira 300 feet. Tetapi jarak ini dapat ditambahkan dengan cara mengganti antenna dengan yang lebih bagus. Dengan memakai high gain antena, kita bisa mendapatkan jarak yang lebih jauh. Directional antenna akan memancarkan sinyal ke arah tertentu, dan pancarannya tidak melingkar seperti yang terjadi di antenna omnidirectional yang biasanya terdapat pada paket WAP setandard. Selain itu, dengan memilih antena yang sesuai, kita dapat mengontrol jarak sinyal dan arahnya untuk melindungi diri dari intruder. Sebagai tambahan, ada beberapa WAP yang bisa di setting kekuatan sinyal dan arahnya melalui config WAP tsb.
10. Memancarkan Gelombang pada Frequensi yang Berbeda. Salah satu cara untuk bersembunyi dari hacker yang biasanya memakai teknologi 802.11b/g yang lebih populer adalah dengan memakai 802.11a. Karena 802.11a bekerja pada frekwensi yang berbeda (yaitu di frekwensi 5 GHz), NIC yang di desain untuk bekerja pada teknologi yang populer tidak akan dapat menangkap sinyal tsb.
Jaringan nirkabel atau yang sering disebut dengan wireless network cukup mudah untuk di set up, dan juga terasa sangat nyaman, terutama jika kita menginginkan agar bisa berjalan jalan keliling rumah atau kantor dengan komputer portable tetapi tetap bisa tetap mengakses jaringan internet. Namun, karena wireless menggunakan gelombang, maka akan lebih mudah untuk di-hack daripada koneksi yang menggunakan kabel. Ada beberapa tips disini untuk mengamankan wireless network.
Adapun langkah langkahnya sebagai berikut
1. Memakai Enkripsi. Enkripsi adalah ukuran security yang pertama, tetapi banyak wireless access points (WAPs) tidak menggunakan enkripsi sebagai defaultnya. Meskipun banyak WAP telah memiliki Wired Equivalent Privacy (WEP) protocol, tetapi secara default tidak diaktifkan. WEP memang mempunyai beberapa lubang di securitynya, dan seorang hacker yang berpengalaman pasti dapat membukanya, tetapi itu masih tetap lebih baik daripada tidak ada enkripsi sama sekali. Pastikan untuk men-set metode WEP authentication dengan “shared key” daripada “open system”. Untuk “open system”, dia tidak meng-encrypt data, tetapi hanya melakukan otentifikasi client. Ubah WEP key sesering mungkin, dan pakai 128-bit WEP dibandingkan dengan yang 40-bit.
2. Gunakan Enkripsi yang Kuat. Karena kelemahan kelemahan yang ada di WEP, maka dianjurkan untuk menggunakan Wi-Fi Protected Access (WPA) juga. Untuk memakai WPA, WAP harus men-supportnya. Sisi client juga harus dapat men-support WPA tsb.
3. Ganti Default Password Administrator. Kebanyakan pabrik menggunakan password administrasi yang sama untuk semua WAP produk mereka. Default password tersebut umumnya sudah diketahui oleh para hacker, yang nantinya dapat menggunakannya untuk merubah setting di WAP anda. Hal pertama yang harus dilakukan dalam konfigurasi WAP adalah mengganti password default tsb. Gunakan paling tidak 8 karakter, kombinasi antara huruf dan angka, dan tidak menggunakan kata kata yang ada dalam kamus.
4. Matikan SSID Broadcasting. Service Set Identifier (SSID) adalah nama dari wireless network kita. Secara default, SSID dari WAP akan di broadcast. Hal ini akan membuat user mudah untuk menemukan network tsb, karena SSID akan muncul dalam daftar available networks yang ada pada wireless client. Jika SSID dimatikan, user harus mengetahui lebih dahulu SSID-nya agak dapat terkoneksi dengan network tsb.
5. Matikan WAP Saat Tidak Dipakai. Cara yang satu ini kelihatannya sangat simpel, tetapi beberapa perusahaan atau individual melakukannya. Jika kita mempunyai user yang hanya terkoneksi pada saat saat tertentu saja, tidak ada alasan untuk menjalankan wireless network setiap saat dan menyediakan kesempatan bagi intruder untuk melaksanakan niat jahatnya. Kita dapat mematikan access point pada saat tidak dipakai.
6. Ubah default SSID. Pabrik menyediakan default SSID. Kegunaan dari mematikan broadcast SSID adalah untuk mencegah orang lain tahu nama dari network kita, tetapi jika masih memakai default SSID, tidak akan sulit untuk menerka SSID dari network kita.
7. Memakai MAC Filtering. Kebanyakan WAP (bukan yang murah murah tentunya) akan memperbolehkan kita memakai filter media access control (MAC). Ini artinya kita dapat membuat “white list” dari computer computer yang boleh mengakses wireless network kita, berdasarkan dari MAC atau alamat fisik yang ada di network card masing masing pc. Koneksi dari MAC yang tidak ada dalam list akan ditolak. Metode ini tidak selamanya aman, karena masih mungkin bagi seorang hacker melakukan sniffing paket yang kita transmit via wireless network dan mendapatkan MAC address yang valid dari salah satu user, dan kemudian menggunakannya untuk melakukan spoof. Tetapi MAC filtering akan membuat kesulitan seorang intruder yang masih belum jago jago banget.
8. Mengisolasi Wireless Network dari LAN. Untuk memproteksi internal network kabel dari ancaman yang datang dari wireless network, perlu kiranya dibuat wireless DMZ atau perimeter network yang mengisolasi dari LAN. Artinya adalah memasang firewall antara wireless network dan LAN. Dan untuk wireless client yang membutuhkan akses ke internal network, dia haruslah melakukan otentifikasi dahulu dengan RAS server atau menggunakan VPN. Hal ini menyediakan extra layer untuk proteksi.
9. Mengontrol Signal Wireless. 802.11b WAP memancarkan gelombang sampai dengan kira kira 300 feet. Tetapi jarak ini dapat ditambahkan dengan cara mengganti antenna dengan yang lebih bagus. Dengan memakai high gain antena, kita bisa mendapatkan jarak yang lebih jauh. Directional antenna akan memancarkan sinyal ke arah tertentu, dan pancarannya tidak melingkar seperti yang terjadi di antenna omnidirectional yang biasanya terdapat pada paket WAP setandard. Selain itu, dengan memilih antena yang sesuai, kita dapat mengontrol jarak sinyal dan arahnya untuk melindungi diri dari intruder. Sebagai tambahan, ada beberapa WAP yang bisa di setting kekuatan sinyal dan arahnya melalui config WAP tsb.
10. Memancarkan Gelombang pada Frequensi yang Berbeda. Salah satu cara untuk bersembunyi dari hacker yang biasanya memakai teknologi 802.11b/g yang lebih populer adalah dengan memakai 802.11a. Karena 802.11a bekerja pada frekwensi yang berbeda (yaitu di frekwensi 5 GHz), NIC yang di desain untuk bekerja pada teknologi yang populer tidak akan dapat menangkap sinyal tsb.
Langganan:
Postingan (Atom)



















