Selasa, 27 Januari 2009

Puisi


Untuk Gaza

suara-suara itu bergemuruh
tatkala aku membalikkan rupa
dengan raut membiru resah

aku coba lepas kapas di telinga
bukan untuk mendengar kisah
pun mencoba mencari suara

ini adalah lelah raksa
di antara tangisan jiwa
dalam gumpalan siksa
sebelum ajal menerpa

kini hanya mendengar letupan
dan puing-puing kehancuran
tanpa bisa menimang bocah tanpa kepala
dengan literan darah yang memuntah

seharusnya aku tuli dan buta saja
agar tak mendengar tangisan di sana
dan melihat ratusan orang tak bernyawa

masih saja aku di sini
tapi mata dan telingah berziarah di GAZA
serasa mati walau sejatinya masih bernyawa

deraiku di antara tangisan jiwa


Jejakmu
Ada jejakmu di hati
Sejak engkau melangkah bahagia
Hingga pergi meninggalkan luka
Semuanya tertinggal

Terngiang aku saat-saat dulu
Kita berdua masih
Menjejak harapan yang sama
Tujuan yang satu… cinta abadi

Hingga lalu engkau pergi
Meninggalkan jejak yang dalam di hati
Tanpa pernah berkata, tanpa pernah memberi
Padaku, harapan untuk kembali

Takkan kuhapus jejakmu…
Biar sakit, biar pedih, atau apapun rasanya
Tetap tersimpan selama-lamanya
Hingga angin dan air mengaburkan semua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selamat bergabung di Blog saya

Al-Quran On Line

Tinggalkan Pesan

Photo Sahabat

Template by:
Free Blog Templates