
Untuk Gaza
suara-suara itu bergemuruh
tatkala aku membalikkan rupa
dengan raut membiru resah
aku coba lepas kapas di telinga
bukan untuk mendengar kisah
pun mencoba mencari suara
ini adalah lelah raksa
di antara tangisan jiwa
dalam gumpalan siksa
sebelum ajal menerpa
kini hanya mendengar letupan
dan puing-puing kehancuran
tanpa bisa menimang bocah tanpa kepala
dengan literan darah yang memuntah
seharusnya aku tuli dan buta saja
agar tak mendengar tangisan di sana
dan melihat ratusan orang tak bernyawa
masih saja aku di sini
tapi mata dan telingah berziarah di GAZA
serasa mati walau sejatinya masih bernyawa
deraiku di antara tangisan jiwa
Jejakmu
Ada jejakmu di hati
Sejak engkau melangkah bahagia
Hingga pergi meninggalkan luka
Semuanya tertinggal
Terngiang aku saat-saat dulu
Kita berdua masih
Menjejak harapan yang sama
Tujuan yang satu… cinta abadi
Hingga lalu engkau pergi
Meninggalkan jejak yang dalam di hati
Tanpa pernah berkata, tanpa pernah memberi
Padaku, harapan untuk kembali
Takkan kuhapus jejakmu…
Biar sakit, biar pedih, atau apapun rasanya
Tetap tersimpan selama-lamanya
Hingga angin dan air mengaburkan semua

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Selamat bergabung di Blog saya